Kepala Bidang Reputasi dan Pemeringkatan BPPU UAD Ikuti European Summer School for Scientometrics 2026 di Belgia
Leuven, Belgia — Kepala Bidang Reputasi dan Pemeringkatan, Badan Perencanaan dan Pengembangan Universitas (BPPU) UAD, Andri Pranolo, S.Kom., M.Cs., Ph.D., mengikuti European Summer School for Scientometrics (esss) 2026 yang diselenggarakan di Leuven, Belgia, pada 31 Agustus–4 September 2026. Hal itu dilakukan guna memperkuat kapasitas analisis data untuk mendukung peningkatan reputasi dan pemeringkatan global Universitas Ahmad Dahlan (UAD).
European Summer School for Scientometrics merupakan program pelatihan intensif yang berfokus pada sc
ientometrics dan bibliometrik, mulai dari sumber dan kualitas data bibliometrik, perancangan strategi pencarian, data cleaning dan harmonisasi, indikator scientometric, analisis sitasi, altmetrics dan open science, hingga analisis kolaborasi penelitian dan jejaring.
“Program ini memadukan pemahaman teoretis dengan latihan praktis sehingga hasil analisis dapat dimanfaatkan dalam penelitian, evaluasi kinerja, kebijakan sains, dan pengambilan keputusan strategis perguruan tinggi,” kata Andri di Belgia
Andri menyebut, program tersebut juga membahas pemanfaatan berbagai pendekatan dan teknologi mutakhir, termasuk network analysis, visualization, text analysis, Natural Language Processing (NLP), AI-enhanced bibliometric services, serta pemanfaatan data publikasi, paten, dan inovasi.

Tak hanya itu,
peserta memperoleh wawasan mengenai pemanfaatan research intelligence untuk mengubah data penelitian yang tersebar menjadi informasi strategis bagi institusi.
“Kompetensi tersebut sangat relevan dengan kebutuhan UAD dalam mengembangkan sistem pengelolaan reputasi dan pemeringkatan yang semakin berbasis data (data-driven),” ucapnya.
Menurutnya, analisis bibliometrik dan scientometric dapat digunakan untuk memetakan kekuatan penelitian UAD, pola kolaborasi nasional dan internasional, dampak sitasi, bidang riset unggulan, serta posisi UAD dibandingkan dengan perguruan tinggi lain pada tingkat nasional maupun global.
“Pemeringkatan tidak hanya berkaitan dengan pengumpulan data untuk pengisian indikator, tetapi perlu didukung kemampuan membaca data, mengidentifikasi kekuatan dan kesenjangan, melakukan benchmarking, serta menerjemahkan hasil analisis menjadi rekomendasi strategis bagi universitas. Melalui pelatihan ini, kami ingin memperkuat pendekatan berbasis data dalam peningkatan reputasi dan pemeringkatan global UAD,” ungkap Andri.
Selama lima hari, peserta mendapatkan materi dan praktik langsung dari para pakar scientometrics dan research evaluation dari berbagai institusi internasional, antara lain KU Leuven, University of Granada, German Centre for Higher Education Research and Science Studies (DZHW), Humboldt Universität zu Berlin, Berlin University Alliance, University of Vienna, Sapienza University of Rome, serta praktisi dari Web of Science, Elsevier, dan Digital Science.
Ia berharap, keikutsertaannya dalam esss 2026 dapat memperkuat kapasitas Bidang Reputasi dan Pemeringkatan BPPU UAD dalam membangun analisis reputasi, benchmarking institusi, pemetaan kinerja publikasi dan kolaborasi, serta penyusunan rekomendasi berbasis bukti
“Penguatan tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan UAD untuk meningkatkan visibilitas, reputasi akademik, dampak penelitian, serta daya saing universitas pada berbagai pemeringkatan nasional dan global,” jelasnya



