Rapat Kerja Pimpinan UAD Dukung Capaian Target Strategis dan Indikator Kinerja 2024/2025
Yogyakarta, 24 Oktober 2024 – Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Rapat Kerja Pimpinan yang diikuti seluruh jajaran pimpinan dari tingkat universitas, fakultas dan program studi. Diskusi diawali dengan arahan Rektor. Dalam sambutannya, Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T. menekankan pentingnya rapat ini untuk mensosialisasikan draf indikator Rencana Strategis (Renstra) 2025-2030 serta baseline capaian Rencana Operasional (Renop) UAD tahun 2023/2024. Rapat ini diharapkan menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi antara pimpinan universitas dengan semua unit di UAD guna mencapai target yang lebih optimal.
Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Ir. Sunardi, S.T., M.T., Ph.D selaku moderator mengarahkan seluruh elemen pimpinan sehingga bisa selaras arah diskusi untuk mencapai visi, target prioritas, dan indikator kinerja strategis tahun anggaran 2024/2025.
Materi pada Rapat Kerja Pimpinan ini mencakup sosialisasi draft indikator Renstra 2025-2030, baseline capaian Renop tahun 2023/2024, proses integrasi data serta pemahaman operasional yang lebih baik bagi setiap unit terkait kebijakan pengiriman dosen pada seminar internasional dan penyelenggaraan seminar untuk mendukung luaran penelitian internal.
Rapat Kerja Pimpinan ini juga menitikberatkan pada pentingnya kolaborasi untuk mendukung capaian indikator kinerja dan target prioritas tahun anggaran 2024/2025, sekaligus memfasilitasi komunikasi yang lebih intensif antara pimpinan universitas dengan jajaran unit di bawahnya.
Dalam sesi utama, Ketua Tim Penyusun RENSTRA UAD 2025-2030, Prof. Ir. Anton Yudhana, S.T., M.T., Ph.D., menyampaikan paparan mengenai Indikator RENSTRA yang akan menjadi acuan bagi universitas dalam lima tahun ke depan.
Materi terkait Rencana Operasional Universitas 2024/2025 oleh Dr. apt. Nining Sugihartini, M.Si selaku Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Universitas. Materi yang disampaikan memfokuskan pada analisis kesenjangan antara capaian indikator kinerja universitas pada tahun 2023/2024 dengan target capaian 2024/2025. Kegiatan untuk mencapai indikator tersebut akan berada di bawah koordinasi Wakil Rektor terkait yaitu Wakil Rektor Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan mencakup penguatan nilai-nilai AIK dalam aktivitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat sehingga seluruh sivitas akademika UAD mampu menjunjung tinggi nilai-nilai Islam dalam berbagai aspek kehidupan kampus. Wakil Rektor Bidang Akademik fokus pada inovasi pembelajaran dan peningkatan produktivitas penelitian serta pengabdian kepada masyarakat pada tingkat internasional. Langkah ini diharapkan akan mendorong mahasiswa dan dosen untuk menghasilkan karya-karya inovatif serta publikasi internasional yang berdampak luas.
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) fokus pada meningkatkan kualifikasi dan rekognisi SDM UAD hingga tingkat internasional menjadi agenda utama. Rencana ini mencakup peningkatan kompetensi dan sertifikasi bagi tenaga pendidik dan kependidikan sehingga dapat bersaing di skala global. Wakil Rektor Bidang Keuangan, Kehartabendaan, dan Administrasi Umum berupaya mengoptimalkan efektivitas pengelolaan serta menjaga kesehatan finansial universitas dengan menekankan pentingnya efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan keuangan untuk mendukung keberlanjutan program-program strategis. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni fokus pada pengembangan prestasi mahasiswa serta daya saing lulusan di tingkat internasional menjadi salah satu prioritas utama. Langkah ini termasuk penguatan program pengembangan soft skills dan koneksi dengan dunia kerja global.
Pemaparan ini diharapkan mampu memberikan arah yang jelas bagi setiap unit dalam menjalankan rencana operasional UAD 2024/2025 sesuai dengan indikator dan target prioritas yang telah ditetapkan. Rapat ini mempertegas komitmen UAD untuk berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pelayanan masyarakat melalui kolaborasi lintas unit yang sinergis.
Dalam rangka mendukung peningkatan kualitas penelitian, Rapat Kerja Pimpinan UAD turut menghadirkan sosialisasi Pedoman Operasional (PO) terkait pengiriman dosen pada seminar internasional terindeks bereputasi serta penyelenggaraan seminar internasional terindeks bereputasi. Sosialisasi ini disampaikan oleh Dr. Surahma Asti Mulasari, S.Si., M.Kes., selaku Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan UAD.
Dr. Surahma Asti menjelaskan bahwa tujuan dari kebijakan ini adalah untuk memberikan kesempatan lebih luas bagi dosen UAD dalam memperluas wawasan, berjejaring, dan berbagi hasil penelitian di forum internasional, serta meningkatkan kontribusi UAD di ranah akademik global. Sosialisasi ini memberikan panduan mengenai tata cara pengajuan, kriteria seminar yang didukung, dan mekanisme evaluasi yang jelas agar seluruh kegiatan dapat berjalan efektif dan sesuai standar yang ditetapkan.
Pedoman ini juga mencakup dorongan bagi dosen untuk berpartisipasi aktif sebagai pemakalah dan penyelenggara seminar internasional, yang diharapkan akan mendukung luaran penelitian internal serta memperkuat rekam jejak akademik UAD di tingkat internasional. Melalui kebijakan ini, diharapkan UAD semakin mampu berperan serta dalam pertemuan ilmiah bereputasi dan berkontribusi pada peningkatan kualitas akademik universitas.
Dalam sesi Rapat Kerja Pimpinan UAD, Kepala Bidang Pengelolaan Pusat Data dan Informasi, Adhitya Rechandy Christian, S.E., MM., memaparkan inisiatif strategis terkait integrasi data UAD. Program ini difokuskan pada optimalisasi Peta Data UAD, yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan pemanfaatan data di lingkungan universitas. Adhitya menekankan bahwa melalui integrasi data ini, UAD akan memiliki sistem informasi yang lebih komprehensif dan terpadu, memudahkan akses informasi bagi setiap unit kerja serta meningkatkan kecepatan dan ketepatan dalam pengambilan keputusan strategis. Dengan rekayasa ulang bisnis proses ini, UAD berharap dapat memperkuat perannya di kancah nasional dan internasional, baik dalam akreditasi, pemeringkatan, maupun kontribusi terhadap pencapaian SDGs.
Sesi selanjutnya, Andri Pranolo, S.Kom., M.Cs., Ph.D., Kepala Bidang Reputasi dan Perangkingan, memaparkan peluang kerjasama yang strategis untuk mendukung peningkatan akreditasi, reputasi, dan peringkat UAD di tingkat nasional dan internasional. Program ini difokuskan pada pengembangan kolaborasi lintas fakultas, dosen, dan mahasiswa melalui aktivitas-aktivitas yang mendukung berbagai aspek akademik dan jejaring. Melalui program kerjasama ini, UAD menargetkan untuk lebih berdaya saing secara internasional, meningkatkan akreditasi, dan memperkuat peringkat serta reputasinya di kancah nasional dan global.
Dengan diselenggarakannya Rapat Kerja Pimpinan ini, UAD berharap agar seluruh unit dapat saling bersinergi dalam mensukseskan capaian indikator kinerja dan target prioritas universitas pada tahun anggaran 2024/2025. (smc)











“Standar mutu yang baik adalah kunci dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas dan mampu bersaing di tingkat global,” ujar Prof. Sunardi dalam sambutannya. Beliau juga mengapresiasi upaya seluruh tim yang telah bekerja keras dalam proses review ini, serta berharap agar hasil finalisasi ini dapat diimplementasikan dengan baik di seluruh unit kerja di lingkungan UAD.


Delegasi UAD dalam pertemuan ini terdiri dari Prof. Ir. Sunardi, S.T., M.T., Ph.D. (Wakil Rektor Bidang Akademik), Dr. Utik Bidayati, S.E., M.M. (Wakil Rektor Bidang Keuangan, Kehartabendaan dan Administrasi Umum), Dr. apt. Nining Sugihartini, M.Si. (Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Universitas), dan Andri Pranolo, S.Kom., M.Cs., Ph.D. (Kepala Bidang Reputasi dan Perangkingan). Mereka memiliki peran kunci dalam pengembangan akademik, pengelolaan keuangan dan aset, perencanaan strategis, serta peningkatan peringkat dan reputasi UAD di tingkat internasional.



Workshop ini juga berkontribusi pada beberapa poin Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Sebagai institusi pendidikan, UAD melalui kegiatan ini berperan dalam mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, dengan tujuan meningkatkan kualitas pendidikan melalui perencanaan yang efektif dan efisien. Selain itu, upaya untuk memperkuat infrastruktur akademik dan inovasi sejalan dengan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Penekanan pada transparansi, akuntabilitas, dan integritas yang diusung dalam workshop ini mendukung SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Kuat. Tidak hanya itu, kolaborasi antara berbagai unit di UAD dalam penyusunan Renop juga mencerminkan pentingnya SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang menekankan pada pentingnya kemitraan dan kerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
Dr. Nining Sugihartini, menambahkan bahwa klinik ini akan diadakan secara berkala untuk memastikan setiap unit kerja mendapatkan bimbingan dan arahan yang tepat dalam penyusunan anggaran. “Kami ingin memastikan bahwa setiap anggaran yang diajukan tidak hanya realistis, tetapi juga dapat mendukung pencapaian target dan tujuan universitas,” jelasnya.
Bidang Perencanaan dan Pengembangan, Dr. Surahma Asti Mulasari, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai materi dan panduan untuk membantu peserta dalam memahami proses perencanaan anggaran. “Kami berharap melalui klinik ini, para peserta dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang tata cara penyusunan anggaran yang baik dan benar,” katanya.

Acara diawali dengan laporan dari Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Universitas (BPPU) Dr. Apt. Nining Sugihartini, M.Si. secara rinci proses penyusunan RIP 2025-2045 yang telah dilakukan oleh timnya selama beberapa bulan terakhir. Kami telah melakukan berbagai kajian dan analisis mendalam untuk memastikan bahwa rencana ini mencakup berbagai aspek penting yang akan mendukung perkembangan UAD dalam jangka panjang. Kami berharap masukan dari FGD ini akan memperkaya rencana yang telah kami susun, kata Dr. Nining.
Dilanjutkan dengan sambutan Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, MT. Dalam sambutannya, Prof. Muchlas menyampaikan UAD sedang mengembangkan proses forecast UAD di tahun 2045. Diharapkan isu-isu nasional dapat masuk dalam RIP UAD sehingga kolaborasi dan partisipasi seluruh civitas akademika serta para pemangku kepentingan dalam menyusun rencana strategis ini. RIP dan Renstra adalah fondasi kita dalam membangun masa depan UAD. Partisipasi aktif dari seluruh pihak sangatlah penting untuk memastikan bahwa rencana ini realistis, dapat diimplementasikan, dan membawa manfaat jangka panjang bagi kita semua. Tim RIP ditargetkan dapat menyelesaikan penyusunan RIP dan Renstra pada Maret 2025, ujar Prof. Muchlas.
Sebagai pembicara utama, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, MA, memberikan perspektifnya tentang tren pendidikan tinggi di masa depan dan bagaimana UAD dapat beradaptasi dan bersaing di kancah global. Dalam presentasinya Prof. Mu’ti menekankan pentingnya Religious Softskill dapat menjadi satu capaian dan nilai-nilai UAD yang dapat membekali lulusan untuk dapat menjalankan ibadah dalam segala kondisi yang dihadapi. Menuju RIP 2045 UAD dan Indonesia harus mulai siap dengan istilah bahasa Indonesia seperti China dan Jepang yang tetap menggunakan nilai-nilai lokal. Seperti contoh UAD menjadi (Universitas Apik Dewe) dengan mengantarkan local wisdom jawa. UAD harus bisa keluar dari kebiasaan untuk meninggalkan istilah asing dan membawa istilah lokal. UAD dapat mengembangkan keunikan dengan meninggalkan istilah-istilah mainstream. RIB, MKCH, dan lainnya dapat dimasukkan dalam nilai-nilai RIP namun perlu melihat pergerakan dunia keagamaan. Dunia secara keagamaan akan tetap diwarnai dengan keperluan spiritualitas akan tetapi tidak semuanya berkaitan dengan agama. Spiritualitas akan semakin diperlukan dimasa yang akan datang. Traditional moslem in modern world dapat menjadi masukan yang baik dengan pilihan integrasi agar tetap muslim, muhammadiyah dan modern. Kecenderungan lain terkait integrasi islam biasanya muncul modernisasi dan ayatisasi. Dan agama perlu dihadirkan sebagai nilai dan panduan hidup dan agama yang dapat berinteraksi dengan modernisasi apapun dan tidak pada titik tekan bahwa modernisasi bukan ayatisasi. Point integrasi nilai Islam adalah ketika membaca Al Quran seperti kyai Dahlan membaca Al Quran dengan mengenalkan tafsir baru untuk mengintegrasikan ilmu dengan teks Al Quran dan memahami maknawiyah Al Quran seperti mimpi Ki Dahlan menjadikan Ulama yang Intelek dan Intelek yang Ulama.



